Rabu, 11 Mei 2011

Perhitungan Kebutuhan Pupuk

Pupuk harus diberikan sesuai dosis yang direkomendasikan. Dosis pupuk
dinyatakan dalam bentuk kg pupuk/ha atau kg hara/ha. Kebutuhan pupuk sangat
tergantung dari luas pertanaman yang akan dipupuk, dosis pupuk, dan kandungan
hara dalam pupuk. Berikut adalah contoh-contoh perhitungan kebutuhan pupuk,
khususnya pupuk anorganik:

Contoh 1.
Pada percobaan Dosis Pemupukan N pada Jagung Hibrida ada 2 dosis
pemupukan (N1 = 90 kg N ha-1 dan N2= 135 kg N ha-1). Selain pupuk N sebagai
perlakuan di atas, perlu diberikan pupuk dasar kepada setiap perlakuan sebanyak
75 kg P2O5 dan 60 kg K2O per ha. Ukuran petak percobaan 7.5 m x 10 m.
Berapa kebutuhan pupuk: (1) Urea pada N1
(2) Urea pada N2,
(3) SP-36, dan
(4) KCl untuk petak percobaan tersebut:
Diketahui:
Urea (45% N), artinya setiap 100 kg Urea terdapat 45 kg N
SP-36 (36% P2O5), artinya setiap 100 kg SP-36 terdapat 36 kg P2O5
KCl (60%K2O), artinya setiap 100 kg KCl terdapat 60 kg K2O
Langkah untuk menghitung kebutuhan pupuk tersebut adalah sebagai berikut:

Jawaban (1):
- Tentukan jumlah pupuk dalam bentuk Urea pada dosis N1
Dengan kandungan Urea 45% N maka dosis N1 = 90/45*100 = 200 kg Urea
per hektar;
- Selanjutnya hitung kebutuhan pupuk untuk ukuran 7.5 m x 10 m
Kebutuhan Urea = (7.5*10)/10 000))*200 = 1.5 kg per petak.

Jawaban (2):
- Tentukan jumlah pupuk dalam bentuk Urea pada dosis N2
Dengan kandungan Urea 45% N maka dosis N2 = 135/45*100 = 300 kg Urea
per hektar;
- Selanjutnya hitung kebutuhan pupuk untuk ukuran 7.5 m x 10 m
Kebutuhan Urea = (7.5*10)/10 000))*300 = 2.25 kg per petak.

Jawaban (3):
- SP-36 = 75/36*100 = 208.3 kg SP-36/ha; untuk petak berukuran 7.5 m x 10 m
dibutuhkan SP-36 = (7.5*10)/10000)*208.3 = 1.56 kg

Jawaban (4):
- KCL = 60/60*100 = 100 kg KCl/ha; untuk petak berukuran 7.5 m x 10 m
dibutuhkan KCl = (7.5*10)/10000)*100 = 0.75 kg

1 komentar:

  1. Makasih pa, ini sangat membantu saya....oh ya, gimana cara menghitung P dan K untuk luas lahan 1 ha pak

    BalasHapus